SaHaBaT

4/27/2010

PanDanGaN ToKoH DuNiA TeNTaNG RaSuLLuLLah

















MAHATMA GANDHI (Komentar mengenai karakter Muhammad di YOUNG INDIA)

“Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia… Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya. Semua ini (dan bukan pedang ) menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup halaman terakhir volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung.













SIR GEORGE BERNARD SHAW (The Genuine Islam,’ Vol. 1, No. 8, 1936.)

“Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggeris bahkan Eropah - beberapa ratus tahun dari sekarang, Islamlah agama tersebut.”

Saya sentiasa menghormati agama Muhammad kerana potensi yang dimilikinya. Ini adalah satu-satunya agama yang bagi saya memiliki kemampuan menyatukan dan merubah peradaban. Saya sudah mempelajari Muhammad peribadi agung yang jauh dari kesan seorang anti-jesus, dia harus dipanggil ’sang penyelamat kemanusiaan”

“Saya yakin, apabila orang semacam Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia moden ini, dia akan berjaya mengatasi segala permasalahan sedemikian hingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang diperlukan dunia : Ramalanku, keyakinan yang dibawanya akan diterima Eropah di masa datang dan memang ia telah mulai diterima Eropah sewaktu ini.

“Dia adalah manusia teragung yang pernah menginjakkan kakinya di bumi ini. Dia membawa sebuah agama, mendirikan sebuah bangsa, meletakkan dasar-dasar moral, memulai sekian banyak gerakan pembaharuan sosial dan politik, mendirikan sebuah masyarakat yang kuat dan dinamis untuk melaksanakan dan mewakili seluruh ajarannya, dan ia juga telah merevolusi pemikiran serta perilaku manusia untuk seluruh masa yang akan datang.

Dia adalah Muhammad (SAW). Dia lahir di Arab tahun 570 masehi, memulai misi mengajar agama kebenaran, Islam (penyerahan diri pada Tuhan) pada usia 40 dan meninggalkan dunia ini pada usia 63. Sepanjang masa kenabiannya yang pendek (23 tahun) dia telah merubah Jazirah Arab dari paganisme dan pemujaan makhluk menjadi para pemuja Tuhan yang Esa, dari peperangan dan perpecahan antara suku menjadi bangsa yang bersatu, dari kaum pemabuk dan pengacau menjadi kaum pemikir dan penyabar, dari kaum tak berhukum dan anarki menjadi kaum yang teratur, dari kemunduran ke keagungan moral. Sejarah manusia tidak pernah mengenal tranformasi sebuah masyarakat atau tempat sedahsyat ini bayangkan ini terjadi dalam kurun waktu hanya sedikit di atas DUA DEKAD.”

















MICHAEL H. HART (THE 100: A RANKING OF THE MOST INFLUENTIAL PERSONS IN HISTORY, New York, 1978)

Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad pada urutan teratas mungkin mengejutkan semua pihak, tapi dialah satu-satunya orang yang berjaya baik dalam pandangan sekular mahupun agama. (hal. 33). Lamar tine, seorang sejarawan terkemuka menyatakan bahwa: “Jika keagungan sebuah tujuan, kecilnya kemudahan yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut, serta menakjubkannya hasil yang dicapai menjadi tolok ukur kegeniusan seorang manusia; siapakah yang berani membandingkan tokoh hebat manapun dalam sejarah moden dengan Muhammad? Tokoh-tokoh itu membangun pasukan, hukum dan kerajaan saja. Mereka hanyalah menciptakan kekuatan-kekuatan material yang hancur bahkan di depan mata mereka sendiri.

Muhammad bergerak tidak hanya dengan tentera, hukum, kerajaan, rakyat dan dinasti, tapi jutaan manusia di dua per tiga wilayah dunia saat itu; lebih dari itu, ia telah merubah altar-altar pemujaan, sesembahan, agama, pikiran, kepercayaan serta jiwa… Kesabarannya dalam kemenangan dan misinya yang dipersembahkan untuk satu tujuan tanpa sama sekali berhasrat membangun kekuasaan, sembahyang-sembahyangnya, dialognya dengan Tuhan, kematiannnya dan kemenangan-kemenangan (umatnya) setelah kematiannya; semuanya membawa keyakinan umatnya hingga ia memiliki kekuatan untuk mengembalikan sebuah ajaran. Ajaran yang mengajarkan ketunggalan dan keghaiban (immateriality) Tuhan yang mengajarkan siapa sesungguhnya Tuhan. Dia singkirkan tuhan palsu dengan kekuatan dan mengenalkan tuhan yang sesungguhnya dengan kebijaksanaan. Seorang perajurit, ahli hukum, penakluk idea, pengembali ajaran rasional dari sebuah ajaran tanpa pengidolaan (pemujaan), penegak 20 kerajaan di bumi dan satu kerajaan spiritual, ialah Muhammad. Dari semua standard bagaimana kehebatan seorang manusia diukur, mungkin kita patut bertanya: adakah terdapat orang yang lebih agung dari dia?”
















LAMAR TINE, Histoire De La Turquie, Paris, 1854, Vol. II, pp 276-277

“Dunia telah menyaksikan banyak individu agung. Namun, dari orang orang tersebut adalah orang yang berjaya pada satu atau dua bidang saja misalnya agama atau ketenteraan. Hidup dan ajaran orang-orang ini seringkali diselimuti kekaburan waktu dan zaman. Begitu banyak spekulasi tentang waktu dan tempat lahir mereka, cara dan gaya hidup mereka, sifat dan perincian ajaran mereka, serta tingkat dan ukuran kejayaan mereka sehingga sulit bagi manusia untuk mengubah ajaran dan hidup tokoh-tokoh ini.

Tidak demikian dengan orang ini. Muhammad (SAW) telah begitu tinggi menggapai dalam berbagai bidang pemikiran dan perilaku manusia dalam sebuah episod cemerlang sejarah manusia. Setiap perincian dari kehidupan peribadi dan ucapan-ucapannya telah secara tepat dan jelas didokumentasikan dan dijaga dengan teliti sampai saat ini. Keaslian ajarannya begitu terjaga, tidak saja oleh kerana penyelusuran yang dilakukan para pengikut setianya tapi juga oleh para penentangnya. Muhammad adalah seorang agamawan, reformis sosial, teladan moral, penguasa massa, sahabat setia, teman yang menyenangkan, suami yang penuh kasih dan seorang ayah yang penyayang - semua menjadi satu.

Tiada lagi manusia dalam sejarah melebihi atau bahkan menyamainya dalam setiap aspek kehidupan tersebut - hanya dengan keperibadian seperti dialah keagungan seperti ini dapat diraih.”















K. S. RAMAKRISHNA RAO, Professor Philosophy dalam bookletnya, “Muhammad, The Prophet of Islam”

”Keperibadian Muhammad sangat sulit untuk digambarkan dengan tepat. Saya pun hanya boleh menangkap sekilas saja: betapa ia adalah lukisan yang indah. Anda lihat Muhammad sang Nabi, Muhammad sang pejuang, Muhammad si pengusaha, Muhammad si negarawan, Muhammad si ulung, Muhammad si pembaharu, Muhammad si pelindung anak yatim piatu, Muhammad si pelindung hamba sahaya, Muhammad si pembela hak wanita, Muhammad si hakim, Muhamad si pemuka agama. Dalam setiap peranannya tadi, ia adalah seorang pahlawan.”

“Sewaktu ini, 14 abad kemudian, kehidupan dan ajaran Muhammad tetap selamat, tiada yang hilang atau berubah sedikit pun. Ajaran yang menawarkan secerah harapan abadi tentang ubat atas segala penyakit kemanusiaan yang ada dan telah ada sejak masa hidupnya. Ini bukanlah tuntutan seorang pengikutnya tapi juga sebuah simpulan tidak dapat dielakkan dari sebuah analisis sejarah yang kritis dan tidak bias.”


















PROF. (SNOUCK) HURGRONJE (Orientaslis Barat)

Liga bangsa-bangsa yang didirikan Nabi umat Islam telah meletakkan dasar-dasar persatuan antabangsa dan persaudaraan manusia di atas kedudukan yang universal yang menerangi bagi bangsa lain. Buktinya, sampai saat ini tiada satu bangsa pun di dunia yang mampu menyamai Islam dalam pencapaianya mewujudkan idea persatuan bangsa-bangsa.

Dunia telah banyak mengenal konsep ketuhanan, telah banyak individu yang hidup dan misinya lenyap menjadi legenda. Sejarah menunjukkan tiada satu pun legenda ini yang menyamai bahkan sebahagian dari apa yang Muhammad capai. Seluruh jiwa raganya ia curahkan untuk satu tujuan: menyatukan manusia dalam pengabdian kepada Tuhan dalam aturan-aturan ketinggian moral. Muhammad atau pengikutnya tidak pernah dalam sejarah menyatakan bahawa ia adalah anak Tuhan atau seorang jelmaan Tuhan, dia sejak dahulu sampai saat ini menganggap dirinya dan dianggap oleh pengikutnya hanyalah sebagai seorang pesuruh yang dipilih Tuhan.



















THOMAS CARLYLE in his Heroes And Heroworship

Betapa menakjubkan seorang manusia secara sendirian dapat mengubah suku-suku yang saling berperang dan kaum nomad (Badwi) menjadi sebuah bangsa yang paling maju dan paling berperadaban hanya dalam waktu kurang dari dua dekad.

“Kebohongan yang dipropagandakan kaum Barat yang diselimutkan kepada orang ini (Muhammad) hanyalah mempermalukan diri kita sendiri. “Susuk jiwa besar yang tenang, seorang yang mahu tidak mahu harus dijunjung tinggi. Dia diciptakan untuk menerangi dunia, begitulah perintah Sang Pencipta Dunia.

















EDWARD GIBBON and SIMON OCKLEY speaking on the profession of ISLAM

Saya percaya bahawa Tuhan adalah tunggal dan Muhammad adalah pesuruh-Nya adalah pengakuan kebenaran Islam yang mudah dan seragam. Tuhan tidak pernah dihinakan dengan pujaan-pujaan kemakhlukan; penghormatan terhadap Sang Nabi tidak pernah berubah menjadi berlebihan; dan prinsip-prinsip hidupnya telah memberinya penghormatan dari pengikutnya dalam batas-batas akal dan agama

(HISTORY OF THE SARACEN EMPIRES, London, 1870, p. 54).

Muhammad tidak lebih dari seorang manusia biasa. Tapi ia adalah manusia dengan tugas mulia untuk menyatukan manusia dalam pengabdian terhadap satu dan hanya satu Tuhan serta untuk mengajarkan hidup yang jujur dan lurus sesuai perintah Tuhan. Dia selalu menggambarkan dirinya sebagai ‘hamba dan pesuruh Tuhan dan demikianlah juga setiap tindakannya.















SAROJINI NAIDU, penyair terkenal India (S. Naidu, IDEALS OF ISLAM, vide Speeches & Writings, Madras, 1918, p. 169):

Inilah agama pertama yang mengajarkan dan mempraktikkan demokrasi, di setiap masjid, ketika azan dikumandangkan dan jemaah telah berkumpul, demokrasi dalam Islam terwujud lima kali sehari ketika seorang hamba dan seorang raja berlutut berdampingan dan mengakui: ‘Allah Maha Besar’. Saya terpukau lagi dan lagi oleh kebersamaan Islam yang secara naluriahnya membuat manusia menjadi bersaudara.













DIWAN CHAND SHARMA

“Muhammad adalah sosok penuh kebaikan, pengaruhnya dirasakan dan tak pernah dilupakan orang-orang terdekatnya. (D.C. Sharma, THE PROPHETS OF THE EAST, Calcutta, 1935, pp. 12)












JAMES A. MICHENER, “Islam: The Misunderstood Religion,” in READER’S DIGEST (American edition), May 1955, pp. 68-70.

Muhammad, seorang inspirator yang membangunkan Islam, dilahirkan pada tahun 570 masihi dalam masyarakat Arab penyembah berhala. Yatim semenjak kecil dia secara khusus memberikan perhatian kepada fakir miskin, yatim piatu dan janda, serta hamba sahaya dan kaum lemah. Di usia 20 tahun, dia sudah menjadi seorang pengusaha yang berjaya, dan menjadi pengelola perniagaan seorang janda kaya. Ketika mencapai usia 25, majikan melamarnya. Meski usia perempuan tersebut 15 tahun lebih tua Muhammad menikahinya dan tetap setia kepadanya sepanjang hayat sang istri.

“Seperti halnya para nabi lain, Muhammad memulai tugas kenabiannya dengan bersembunyi kerana menyedari kelemahannya. Tapi “Baca” adalah perintah yang diperolehnya, - dan meskipun sampai waktu ini diyakini bahawa Muhammad tidak boleh membaca dan menulis dan keluarlah dari mulutnya satu kalimah yang akan segera mengubah dunia: “Tiada tuhan selain Tuhan.”

“Dalam setiap hal, Muhammad adalah seorang yang mengedepankan wahyu dan akal. Ketika putranya, Ibrahim, meninggal disertai gerhana dan menimbulkan anggapan umatnya bahawa hal tersebut adalah wujud rasa kasihan Tuhan kepadanya, Muhammad berkata: “Gerhana adalah sebuah kejadian alam biasa, adalah suatu kebodohan mengkaitkannya dengan kematian atau kelahiran seorang manusia.

“Sesaat setelah ia meninggal, sebahagian pengikutnya hendak memujanya sebagaimana Tuhan dipuja, akan tetapi penerus kepemimpinannya (Abu Bakar) menepis keingingan ummatnya itu dengan salah satu pidato keagamaan terindah sepanjang masa: ‘Jika ada diatara kalian yang menyembah Muhammad, maka ketahuilah bahawa ia telah meninggal. Tapi jika Tuhanlah yang hendak kalian sembah, ketahuilah bahawa Ia hidup selamanya (Ayat terkait: Q.S. Al Imran, 144 - pen.)















W. MONTGOMERY WATT, Mohammad At Mecca, Oxford, 1953, p. 52.

“Kesiapannya menempuh tentangan atas keyakinannya, ketinggian moral para pengikutnya, serta pencapaiannya yang luar biasa semuanya menunjukkan kehebatannya. Mengira Muhammad sebagai seorang penipu hanyalah memberikan masalah dan bukan jawapan. Lebih dari itu, tiada contoh hebat yang digambarkan begitu buruk di Barat selain Muhammad.















ANNIE BESANT, The Life And Teachings Of Muhammad, Madras, 1932, p.

“Sangat mustahil bagi seseorang yang mempelajari karakter Nabi Bangsa Arab, yang mengetahui bagaimana ajarannya dan bagaimana hidupnya untuk merasakan selain hormat terhadap beliau, salah satu utusan-Nya. Dan meskipun dalam semua yang saya gambarkan banyak hal-hal yang terasa biasa, namun setiap kali saya membaca ulang kisah-kisahnya, setiap kali pula saya merasa kagum dan penghormatan kepada sang Guru Bangsa Arab tersebut.”


















BOSWORTH SMITH, Mohammad And Mohammadanism, London, 1874, p. 92.

“Dia adalah perpaduan Caesar dan Paus; tapi dia adalah sang Paus tanpa lakonannya dan seorang caesar tanpa Legionnairenya (kisahnya): tanpa tentera, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa penghasilan tetap; jika ada seorang manusia yang layak untuk berkata bahawa dialah wakil Tuhan penguasa dunia, Muhammadlah orang itu, kerana dia memiliki kekuatan meskipun ia tak memiliki segala alatan atau penyokongnya.
















JOHN WILLIAM DRAPER, M.D., L.L.D., A History of the Intellectual Development of Europe, London 1875, Vol.1, pp.329-330

“Empat tahun setelah kematian Justinianus, pada 569 AD, telah lahir di Mekkah Arabia seorang manusia yang sangat besar pengaruhnya terhadap ummat manusia..Muhammad.














JOHN AUSTIN, “Muhammad the Prophet of Allah,” in T.P. ’s and Cassel’s Weekly for 24th September 1927.

Dalam kurun waktu, hanya sedikit lebih dari satu tahun, ia telah menjadi pemimpin di Madinah. Kedua tangannya memegang sebuah tuas yang siap menggoncang dunia.













PROFESSOR JULES MASSERMAN

“Pasteur dan Salk adalah pemimpin dalam satu hal (intelektualitas) . Gandhi dan Konfusius pada hal lain serta Alexander, Caesar dan Hitler mungkin pemimpin pada kategori kedua dan ketiga (keagamaan dan ketenteraan). Jesus dan Buddha mungkin hanya pada kategori kedua. Mungkin pemimpin terbesar sepanjang masa adalah Muhammad, yang berjaya pada ketiga kategori tersebut. Dalam skala yang lebih kecil Musa melakukan hal yang sama.

IsLaM ThE WaY oF LiFe...

2 ulasan:

zumiela7 berkata...

sbnrnye ramai yg suda tahu en mnyedari hakikat sbnr islam dan juga kerasulan baginda, tapi mngape merka still xnk peluk islam??? is dat such an ego???

~.~ berkata...

jika mrk melihat Islam dari sudut UmmatNya pada masa ini,mmg tipis hrpan utk memeluk Islam,tapi jk mrk melihat Islam dari sudut Islam itu sendiri,psti tiada keraguan di hati mrk... Jadi mnjadi tggjawab kt sbgai p'bw agama utk m'bw agama dgn sebaiknya~~~Insyallah